Breaking News

Mountain consectetur adipiscing elit In quis lacus a odio suscipit luctus
22 Jun 2016 08:43:58
shadow

Jakarta - Penerapan e-katalog dalam mendukung belanja pemerintah semakin memberikan keuntungan, terutama dalam hal mendorong terbentuknya harga pasar yang wajar. Kenyataannya, upaya pembedahan struktur harga serta mekanisme pengecekan silang (cross check) dalam alur katalogisasi produk berhasil memunculkan harga yang dapat digunakan sebagai acuan. Lalu, bagaimana e –katalog mampu menjadi instrumen dalam mengoreksi harga pasar?

Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi Sarah Sadiqa menjelaskan bahwa perumusan struktur harga produk e-katalog selalu dilakukan secara hati-hati. Bahkan, pokja katalog sering kali diharuskan melakukan pengecekan secara berlapis untuk mendapatkan formulasi harga yang tepat. Hal ini sangat diperlukan, terutama untuk memproses permintaan katalogisasi produk-produk yang ditransaksikan secara riil, namun informasi harganya tidak terbuka, seperti mikroskop elektro, dan MR-I.

“Kalau barangnya impor, kita periksa PIB-nya. PIB-nya tidak yakin, kita tanya lagi kepada para ahlinya; kepada rumah sakit-rumah sakit yang mungkin sudah  membelinya. Jadi, hanya untuk meng-cross check suatu harga  itu metode yang digunakan bisa macam-macam dan ini memang adalah satu-satunya cara agar kita yakin harga itu adalah harga yang tepat,” ujar Sarah saat memberikan paparan dalam acara Peluncuran dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Katalog Daerah, Jumat (17/06) di kantor LKPP di Jakarta.

Dengan melakukan analisis terhadap bukti-bukti pembelian, seperti invoice dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), penaksiran harga pada saat negosiasi dapat dilakukan lebih akurat. Melalui analisis ini pula, informasi struktur harga akan menjadi lebih terbuka.  Apalagi, jika hal ini dibandingkan dengan  mekanisme lelang yang notabene justru cenderung menutup akses terhadap data-